Erick Thohir Apresiasi Program EA PLN

Palembang, inventori.co.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengapresiasi langkah PT PLN (Persero) dalam memfasilitasi komunitas petani lokal menjadi lebih maju dan modern, lewat program Electrifying Agriculture (EA). Pemberdayaan ekonomi komunitas membantu masyarakat melalui krisis pangan, yang diprediksi oleh Food and Agriculture Organization (FAO). Terlebih langkah tersebut dilaksanakan pasca pandemi berkepanjangan.

“Penting sekali dalam situasi pandemi Covid-19 kita jangan terus tertekan atau bertahan, kita harus bangkit. Ekonomi komunitas adalah suatu kunci, karena itu saya senang sekali bagaimana komunitas yang ada di sekitar kelurahan bisa mulai mandiri,” ujarnya saat menghadiri program EA di Palembang, Selasa (26/10).

Menurutnya (Erick), program EA yang diusung PLN sudah sesuai dengan kebijakan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dalam lingkup BUMN yang dituntut untuk semakin efisien. Selain meningkatkan efisiensi, pada tahun ini program TJSL BUMN juga wajib memberikan hasil yang nyata.

“Kebijakan TJSL BUMN di 2021 hanya 3 aspek, pendidikan, lingkungan dan UMKM, karena kita harus semakin efisien. Jangan sampai TJSL sekedar memberi namun tidak ada hasilnya,” tegasnya.

Creating Shared Value atau nilai dan manfaat bersama terwujud dalam program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) yang dilakukan. Melalui program Electrifying Agriculture (EA), PLN membawa sektor pertanian nasional menjadi lebih maju dan modern melalui pemberdayaan ekonomi komunitas.

Didukung listrik PLN, para petani Indonesia berinovasi dan memanfaatkan teknologi guna mendongkrak produktivitas dan menekan biaya operasional hingga 60 persen, sehingga kesejahteraan kian meningkat. Per September 2021, jumlah pelanggan yang sudah memanfaatkan program EA mencapai 60.718 pelanggan dengan total daya sambung sebesar 478,96 Mega Volt Ampere (MVA).

Salah satu contoh penerapan EA dapat dilihat pada program pengembangan agrowisata hidroponik kelompok tani Alam Hijau Sako Baru di Komplek Alam Sako Baru No.02 RT.009 RW.004 Kelurahan Sako Baru Kecamatan Sako, Palembang. Program budi daya Hidroponik ini memanfaatkan lahan tidur menjadi kawasan produktif.
Dalam mendukung komunitas petani di Sako Baru, PLN mengucurkan dana sebesar Rp 75 juta sejak Januari 2021 untuk enam instalasi hidroponik, alat pengemasan sayuran, lantai pijakan, gapura kebun hidroponik, gazebo dan tong sampah. Selain bantuan fisik, PLN juga aktif menambah pengetahuan masyarakat melalui pelatihan pengelolaan budidaya hidroponik.

Baca Juga :   Profesionalisme SDM Konstruksi Berperan Kurangi Risiko Bencana dan Kecelakaan Kerja

Seluruh tujuan TJSL PLN adalah membangun ekonomi komunitas. Menurut Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN Muhammad Ikbal Nur, di samping itu, PLN berharap masyarakat dapat mengembangkan kegiatan yang produktif sekaligus menjaga lingkungannya.

“Buat kami, selain membantu melistriki masyarakat, jika kita mampu mengangkat ekonomi masyarakat pasti akan sangat bermanfaat bagi PLN. Maka dari itu kami memastikan seluruh konsentrasi TJSL PLN harus bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Sesuai dengan konsep EA, komunitas petani di Sako Baru diajak untuk merubah gaya hidupnya untuk lebih berorientasi ke depan. Sehingga sektor pertanian, peternakan dan perikanan akan lebih maju, ekonomis dan lebih ramah lingkungan.

“Bantuan TJSL ini sebagai bentuk kepedulian PLN terhadap upaya pemeliharaan lingkungan di sekitar pemukiman masyarakat khususnya di sekitar aliran sungai, sekaligus bisa memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi khususnya di Kelurahan Sako Baru ini,” kata Ikbal.

Di sisi lain, Camat Sako Amiruddin Sandy bercerita, selama ini lahan dimanfaatkan untuk menanam sayur dan tanaman obat. Berkat bantuan dari PLN berupa perangkat hidroponik, peralatan lampu UV dan yang lainnya, produksi dari komunitas di Kelurahan Sako Baru semakin efisien.
“Teknologi yang dibawa PLN alhamdulillah sangat bermanfaat,” ucapnya.

Sementara itu, Amir menambahkan, hasil produksi hidroponik ini kemudian dijual secara mandiri ke pasar dan beberapa restoran, serta hotel dalam skala kecil. Selain itu ada juga konversi panen menjadi mie, jus, dan keripik pangsit.

“Konversi itu akan kita kembangkan lagi dan dijual di beberapa sentra UMKM. Hasilnya nanti dibelikan bibit lagi dan yang lainnya termasuk pupuk organik, atau penambahan media tanam,” katanya. (NUB)