Gubernur Papua Puji Kesiapan TNI Polri Amankan Pemilu Serentak di Papua

Jayapura – Jelang pemilu serentak terkait pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) serentak pada 17 April mendatang,  pemerintah provinsi Papua menggelar apel kesiapan pengamanan Pemilu serentak 17 April mendatang untuk provinsi Papua yang dipimpin Gubernur Papua,  Lucas Enembe.  Acara ini juga dihadiri para bupati dan wali kota se-Papua. Hadir pula dalam apel kali ini,  Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring, Kajati Papua Heffinur, Kapolda Papua Irjen (Pol) Martuani Sormin Siregar, dan para bupati serta wali kota se-Papua.

Menurut Gubernur Papua, jabatannya selaku Gubernur Papua mewakili pemerintah pusat memberikan apresiasi kepada Kapolda Papua dan Pangdam Cenderawasih dalam melakukan sinergisitas terhadap pengamanan pemilu presiden (Pilpres) dan pemilu legislatif (pileg) pada 27 Kabupaten/Kota se-provinsi Papua. Terlebih,  hari ini juga sebagai peringatan ulang tahun satuan Polisi Pamong Praja.

Pangdam Cenderawasih, Kajati Papua, Gubernur Papua, dan Kapolda Papua berfoto bersama/ foto: Davit

Lucas menyebut,  sejauh ini aparat dari TNI dan Polri sudah bersinergi dengan baik dalam pengerahan pasukan.  Karena itu,  dirinya mewanti-wanti agar tak ada pihak yang berencana melakukan boikot pemilu serentak tahun ini di Papua.

“Apabila ada upaya pembokiotan akan ditindak tegas oleh TNI-Polri.  Sementara ASN juga harus netralitas dengan hak pilihnya, ” ujarnya saat menjadi pembina upacara di lapangan kantor gubernur Papua,  Jayapura,  Jumat (5/5/2019).

Lucas menambahkan,  meminta para caleg bisa bersaing secara sehat.  Dirinya sebagai perwakilan pemerintah pusat tidak menginginkan adanya keresahan upaya pemboikotan atau golput.

“Saya mengharapkan kepada bupati dan wali kota dan para tokoh masyarakat ikut terlibat aktif menciptakan situasi kindusif.  Bahwa para Bupati dan Wali Kota tidak diperkenankan keluar pada 17 April mendatang, ” sebutnya.

Baca Juga :   Bakamla RI Adakan Ujian Seleksi CPNS

“Polisi Pamong Praja juga sebagai ujung tombak dalam mengamankan pemilu, ” tambahnya.

Dia meminta KPU juga menjalin komunikasi yang baik kepada para stakeholder.  Serta teruntuk Bawaslu sebagai pengawas pemilu Lucas meminta menjalankan tugas secara jujur,  adil,  dan benar.

“Saya menghimbau pada 17 April mendatang untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya,” tutupnya.  (Davit Ginting)